Demokrasi & Autokrasi: Gagasan, Model, Rekonstruksi

Rp 46.200

Available in: PDF
ISBN: 978-602-9704-30-3

Temukan di Google Play Buku

Gagasan demokrasi founding fathers Indonesia ternyata dekat dengan gagasan kehendak umum (la volonte generale)-nya Rousseau.

Pandangan Negara Integralistik Soepomo ternyata dekat dengan gagasan Negara Totaliter Schmitt, arsitek Naziisme.

Gagasan demokrasi dan autokrasi ternyata sama-sama berpengaruh pada perumusan UUD 45.

Sejak lama, gagasan tentang demokrasi dan autokrasi diartikulasikan lusinan pemikir di sepanjang Eropa, Arab, hingga Asia pada banyak konstitusi negara. Sebagai rujukan paling berpengaruh saat ini, demokrasi seperti tidak terbantahkan. Sementara banyak korban dan mencederai kemanusian.

Upaya tafsir demokrasi dan autokrasi pernah termanifestasi dalam rekontruksi bermacam founding fathers negara-bangsa. Dengan beberapa penyesuaian dan kontekstualisasi, formulasi kedua model pemerintahan ini menemukan momentumnya sendiri-sendiri. Sebagian dianggap berpengaruh besar pada peradaban. Sebagian yang lain menganggap tak lebih dari model yang terus menjadi (becoming).

Indonesia sebagai penganut negara-bangsa, tak jauh berbeda. Pada awal Republik dibentuk, khazanah demokrasi dan autokrasi diperdebatkan dalam forum BPUPKI/PPKI hingga menghasilkan konstitusi negara. Perdebatan seputar pengajian hak individu dan pentingnya hidup bersama sebagai bangsa memberi konsekuensi penting tentang konstitusi republik yang utuh.

Pembahasan tentang demokrasi dan autokrasi, lebih spesifik pada gagasan, model, dan rekonstruksinya, penting diketengahkan kembali saat ini, mengingat semangat patuh pada konstitusi negara mulai mengkhawatirkan. Pada praktiknya, konstitusi lebih tampak sebagai pelengkap, tanpa terasa ruhnya.

Scroll to Top